BANYUWANGI – Pemerintah Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) pada Rabu (21/1) siang di Pendopo Balai Desa Jambewangi. Agenda tahunan ini memfokuskan pada pematangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta penguatan unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk tahun anggaran 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh sekitar 25 orang pemangku kepentingan, mulai dari jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga unsur TNI dan Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Kepala Desa Jambewangi, Maskur, S.Ag, dalam sambutannya menekankan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan sosial. “Kami melakukan pembaharuan data DTKS dan evaluasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk memastikan bantuan seperti BLT Dana Desa benar-benar tepat sasaran, terutama bagi warga yang sudah meninggal dunia atau pindah domisili,” ujarnya.
Selain validasi data kemiskinan, pembahasan Raperdes BUMDes menjadi sorotan utama. Pemerintah desa berencana memperkuat sektor riil melalui BUMDes yang bergerak di bidang peternakan, pertanian, dan pengembangan objek wisata lokal. Langkah ini diambil guna menumbuhkan kemandirian ekonomi desa yang berazaskan pada nilai-nilai demokrasi ekonomi.
Babinsa Desa Jambewangi, Sertu Madroji, yang hadir mewakili Danramil 0825/19 Sempu, menyatakan dukungannya terhadap hasil musyawarah tersebut. Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Desa sangat krusial untuk memastikan pembangunan berjalan lancar.
“Kehadiran kami di sini adalah wujud sinergi tiga pilar. Kami ingin memastikan setiap usulan warga tertampung dan pelaksanaannya nanti berjalan aman serta transparan demi kesejahteraan masyarakat Jambewangi,” tegas Sertu Madroji.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Aipda Sunaryo (Bhabinkamtibmas), Ketua BPD beserta anggota, Pendamping PKH Mismanto, serta para Kepala Dusun se-Desa Jambewangi. Pertemuan berakhir dengan tertib dan menghasilkan kesepakatan bersama terkait arah pembangunan desa satu tahun ke depan.
