BANYUWANGI – Komitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi. Hal itu terlihat saat Dandim 0825/Banyuwangi Letkol (Arm) Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P. menghadiri kegiatan Pasar Murah yang digelar Asosiasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kantor KDMP Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (5/3/2026) pukul 14.50 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan Provinsi Jawa Timur tahun 2026, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., Kepala Dinas Koperasi Banyuwangi RR. Nanin Oktavinatatie, S.Sos., M.Si., perwakilan Lanal Banyuwangi Kapten Suyadi, Camat Banyuwangi Andik Basuki, S.AB., M.Si., Lurah Tukangkayu Hotamada Tanjung, S.Sos., M.Si., serta Ketua Asosiasi KDMP Banyuwangi Imam Maskun. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, doa bersama, santunan anak yatim, hingga sambutan para pejabat yang menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat. Kapolresta Banyuwangi menyampaikan apresiasi atas keberadaan KDMP Tukangkayu yang dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok.
Dalam sambutannya, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol (Arm) Tryadi Indrawijaya menegaskan bahwa keberadaan pasar murah menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok yang murah, higienis, dan berkualitas. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga kekompakan selama bulan Ramadhan. Pasar murah tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran, di antaranya beras medium Rp55.000 per 5 kilogram, beras premium Rp70.000 per 5 kilogram, telur ayam Rp24.000 per 15 butir, minyak goreng Rp15.000 per liter, hingga cabai rawit Rp5.000 per 100 gram. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam menekan inflasi sekaligus menjadi contoh bagi wilayah lain di Banyuwangi.
