SEMPU – Cuaca ekstrem melanda wilayah Kecamatan Sempu, Sabtu (7/2) siang. Hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan merusak sedikitnya lima bangunan milik warga di Dusun Krajan Kulon dan Krajan Wetan, Desa Temuguruh.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Berdasarkan laporan lapangan, kencangnya embusan angin membuat pohon mangga dan pohon waru di permukiman warga roboh. Batang pohon yang besar menimpa atap rumah warga hingga menyebabkan kerusakan bervariasi, mulai dari atap rontok hingga bangunan roboh total.
Babinsa Temuguruh, Sertu Wintoro, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi sesaat setelah badai reda. “Kami bersama Kepala Dusun Krajan Kulon, Bapak Slamet, melakukan pendataan dan membantu warga membersihkan puing-puing serta ranting pohon yang menutup akses jalan,” ujarnya.
Data dari Koramil 0825/19 Sempu mencatat kerugian materiil yang cukup signifikan. Dua rumah milik Pak Sutresno dan Ibu Supriyono mengalami kerusakan pada bagian atap. Sementara itu, dampak lebih parah dialami Sugiarto dan Siti Nurjanah di RT 04 RW 02 Dusun Krajan Wetan, di mana bangunan mereka roboh dengan estimasi kerugian masing-masing mencapai Rp15 juta. Di lokasi lain, sebuah kandang kambing milik Hariyanto juga hancur tertimpa pohon tumbang.
Meski kerusakan bangunan cukup masif, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas gabungan dan perangkat desa telah menyelesaikan pendataan awal dan pembersihan darurat pada pukul 15.00 WIB.
“Rencananya, besok pagi (Minggu, 8/2), anggota Koramil bersama instansi terkait dan warga akan melaksanakan kerja bakti massal untuk memperbaiki rumah terdampak agar bisa segera ditempati kembali,” tambah Sertu Wintoro.
Pihak otoritas setempat mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, terutama dengan memangkas dahan pohon yang dinilai rawan tumbang di sekitar hunian.
